Selasa, 20 Agustus 2013

Agama dan Politik

Selayang Pandang

Dalam tradisi pemikiran politik Islam, kita bisa menemukan ada tiga tipologi hubungan antara negara dan Agama. Pertama, Agama dan negara tidak bisa dipisahkan (menekankan paradigma integralistik). Kedua, Agama dan negara berhubungan secara simbiotik. Ketiga, Sekuralistik (agama dan negara ditempatkan secara terpisah). Ketiga paradigma tersebut muncul dari pendekatan dan pemahaman yang berbeda, sekaligus menampilkan pola pemikiran yang berbeda pula. Namun kendati dalam pemahaman dan pendekatan yang berbeda, ketiganya mempunyai tujuan yang sama, yaitu menemukan rekonsiliasi antara idealitas agama dan realitas politik.

Rekonsiliasi antara cita-cita agama dan realitas politik menjadi tugas utama para pemikir politik Islam. Hal ini merupakan sebuah tuntutan karena hubungan antara negara dan Agama sering memunculkan problem, bahkan dalam kenyataan sejarah sering menampilkan fenomena kesenjangan, konflik dan pertentangan. Dalam tulisan ini, penulis akan mengetengahkan integralistik dan sekularistik, dua kutub pemikiran yang bertolak belakang dalam masalah hubungan Islam dan negara. Selain itu, juga akan dikaji mengenai kedaulatan negara perspektif Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar